Sterling merosot hingga ke posisi terendah 8-bulan versus dollar AS pada perdagangan hari Rabu, terpukul oleh kekhawatiran atas dampak krisis hutang zona Euro terhadap pertumbuhan inggris dan sektor perbankan, yang berpotensi memaksa Bank of England menambah stimulus ekonominya.
Memuncaknya kekhawatiran atas masalah hutang zona Euro telah mendorong investor untuk lebih waspada dalam memegang mata uang beresiko, yang sebaliknya menghantarkan Dollar ke level tertinggi 7-bulan terhadap beberapa mata uang utama.
"Jika kawasan Euro tenggelam, maka sektor ekspor tidak akan dapat diandalkan untuk mendongkrak pertumbuhan Inggris," kata Raghav Subbarao, analis mata uang Barclays Capital. "Sterling merupakan mata uang yang bergantung pada pertumbuhan yang mengutamakan ekspor, sektor yang terus menunjukkan pelemahan seiring memburuknya kondisi pertumbuhan global."
Depresiasi Cable kian diperparah oleh lemahnya serangkaian data ekonomi Inggris, yang menurut sebagian besar analis dapat memaksa boe untuk menyuntikkan lebih banyak likuiditas ke dalam perekonomian sebagai upaya merangsang pertumbuhan.
Data ekonomi yang dirilis hari Rabu menunjukkan berkurangnya jumlah warga Inggris yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran pada bulan lalu, meskipun data ILO memperlihatkan jumlah pengangguran mengalami peningkatan terbesar dalam 2 tahun terakhir. (vid)
selengkapnya