Emas sempat menguat setelah Jerman dan Perancis utarakan keinginan untuk tetap menjaga Yunani di zona-euro. Namun, emas kembali melemah setelah ECB hentikan operasi pendanaan dengan beberapa bank Yunani. Meski demikian, emas tetap berusaha untuk jauhi level rendah 2012. Emas sempat turun menyentuh $1526, dekat level rendah tahun ini, $1522.
"Sentimen masih negatif dan kita mungkin akan melihat berlanjutnya penurunan harga emas. Kita akan melihat aksi likuidasi jika probabilitas default Yunani meningkat dalam beberapa minggu mendatang," ujar analis BNP Paribas, Anne-Laure Tremblay. "Sulit untuk melihat perubahan arah emas dalam waktu dekat. Emas masih harus menghadapi badai Eropa," tutur analis Societe Generale, Robin Bhar. "Dalam skenario terburuk, emas dapat turun $50 atau bahkan $100 jika situasi di Yunani terus memburuk. Masyarakat kini tengah gencar menarik uangnya dari perbankan Yunani dan ini berarti investor harus lebih waspada dengan potensi kejatuhan harga emas yang lebih dalam.”
Trader juga tidak banyak melihat permintaan emas fisik di Asia seiring merebaknya ketidak-pastian akan situasi di Eropa. Perusahaan perhiasaan dari India, konsumen emas terbesar dunia, terlihat lakukan pembelian pasca tajamnya kejatuhan harga belakangan ini. Meski demikian, trader skeptis akan adanya lonjakan permintaan dari India akibat lemahnya nilai tukar rupee yang berhasil kurangi daya beli untuk mengimpor emas.
source
Tidak ada komentar:
Posting Komentar