Rabu, 16 Mei 2012

Sterling Was-was

Poundsterling merosot ke level terendah dalam lebih dari 3-minggu versus Greenback seiring para investor mulai berhati-hati menjelang laporan inflasi kuartalan Bank of England pada hari Rabu. Laporan tersebut diperkirakan akan menunjukkan kombinasi rumit antara pertumbuhan yang lebih lemah dan inflasi yang lebih tinggi, yang mungkin juga akan memperlihatkan kenaikan resiko terpukulnya ekspor oleh penguatan Sterling baru-baru ini.

Sejumlah analis bahkan berpendapat Sterling mungkin bisa tertekan untuk sementara waktu jika BoE merespon resesi pada perekonomian Inggris dengan memangkas proyeksi GDP dan mengisyaratkan kemungkinan QE lanjutan. Namun hal tersebut diperkirakan belum akan menghambat laju Sterling dalam beberapa pekan mendatang yang kemungkinan masih akan didominasi arus safe haven dari Euro.
"Investor tidak membeli Sterling karena pertumbuhan Inggris dinilai lebih kuat. Mereka membeli Sterling karena itu bukan Euro," kata Adrian Schmidt, analis mata uang Lloyds.
Sementara data yang dirilis Office for National Statistics menunjukkan defisit perdagangan Inggris menyusut menjadi £8,56 milyar pada bulan Maret dari £8,59 milyar pada bulan sebelumnya, namun masih lebih buruk dibandingkan ekspektasi penyusutan menjadi £8,4 milyar dari para ekonom.

 baca selengkapnya disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar