Poundsterling merosot ke level terendah dalam lebih dari 3-minggu versus
Greenback seiring para investor mulai berhati-hati menjelang laporan
inflasi kuartalan
Bank of England
pada hari Rabu. Laporan tersebut diperkirakan akan menunjukkan
kombinasi rumit antara pertumbuhan yang lebih lemah dan inflasi yang
lebih tinggi, yang mungkin juga akan memperlihatkan kenaikan resiko
terpukulnya ekspor oleh penguatan
Sterling baru-baru ini.
Sejumlah analis bahkan berpendapat Sterling mungkin bisa tertekan untuk sementara waktu jika
BoE merespon
resesi pada perekonomian Inggris dengan memangkas proyeksi
GDP dan mengisyaratkan kemungkinan
QE
lanjutan. Namun hal tersebut diperkirakan belum akan menghambat laju
Sterling dalam beberapa pekan mendatang yang kemungkinan masih akan
didominasi arus
safe haven dari Euro.
"Investor tidak membeli Sterling karena pertumbuhan Inggris dinilai
lebih kuat. Mereka membeli Sterling karena itu bukan Euro," kata Adrian
Schmidt, analis mata uang Lloyds.
Sementara data yang dirilis
Office for National Statistics
menunjukkan defisit perdagangan Inggris menyusut menjadi £8,56 milyar
pada bulan Maret dari £8,59 milyar pada bulan sebelumnya, namun masih
lebih buruk dibandingkan ekspektasi penyusutan menjadi £8,4 milyar dari
para ekonom.
baca selengkapnya
disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar